Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Majelis Ta'lim dan Zikir Tanwirul Anwar

Ustadz Muhammad Jamhur di kediaman beliau
Majelis ta'lim ini terletak di Jalan Trans Kalimantan, Desa Anjir Mambulau Timur, Km 7, Kecamatan Kapuas Timur, Kabupaten Kapuas. Majelis ini dibimbing oleh Ustadz Muhammad Jamhur bin Muhammad Indra. Majelis ini diselenggarakan setiap hari Jum'at mulai pukul 16.00 - 17.30 WIB.

Ustadz Jamhur selain sebagai anak dari Guru Indra, beliau juga belajar dari ayahnya tentang ilmu agama ini. Beliau melanjutkan majelis yang dirintis oleh ayahnya. Selain beliau ada lagi murid-murid Guru Indra yang memiliki majelis ta'lim, terutama di wilayah Anjir Pasar.

Beliau juga menulis Risalah Manaqib Syaikh Muhammad Indra bin Abdullah Al-Anjiri Kapuas Timur. Risalah ini ditulis untuk mengenang guru Indra yang telah memberikan kontribusi yang besar terhadap masyarakat di sekitarnya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)