Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

On The Job Training PONEK

dr. Ahmad Zani Agusfar, Sp.OG dan dr. 
Pada hari Senin, 10 Desember 2012 rombongan dari Kementerian Kesehatan (dr. Ahmad Zani Agusfar, Sp.OG dan dr. Made Yuliari, Sp.A) melakukan On The Job Training mengenai Pelayanan Obstetrik Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK). Mereka berkunjung ke ruang PONEK di samping IGD, ruang Perinatologi, ruang tindakan (VK), ruang nifas dan ruang bedah cito.

Dalam bimbingan yang disampaikan banyak hal-hal yang dapat membuat petugas betul-betul siap dalam menjalankan tugas secara rutin maupun dalam kondisi kegawatdaruratan. Menurut pendapat dr. Ahmad, kondisi rumah sakit ini sudah cukup bagus dalam pelayanan PONEK namun cukup banyak juga hal-hal yang harus direalisasikan pada masa yang akan datang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"