Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Forpis Buat Gantungan Kunci

Anggota Forpis sedang membuat gantungan kunci
Pada hari Senin, 18 Maret 2013 bertempat di Markas PMI Kabupaten Kapuas Jl. Untung Surapati No. 5, Kuala Kapuas, anggota Forum PMR Kabupaten Kapuas membuat gantungan kunci dari bubur koran. Rencananya gantungan kunci ini akan di jual saat pasar malam dalam rangka Hari Jadi Kapuas.

Kegiatan yang dlakukan di halaman markas ini tampak mengasyikkan. Ada yang menghancurkan koran basah dengan tangan mereka (idealnya dengan blender agar lebih halus), kemudian mereka mengaduk-aduk koran yang sudah hancur tersebut di dalam ember. Kemudian bubur koran tersebut dipadatkan sesuai cetakan yang ada, kemudian dimasukkan gantungan kuncinya. Sampai sore hari, gantungan kuncinya sedang dikeringkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"