Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Kegiatan Monev Tuberkulosis Difasilitasi Motivator Nasional

Pada hari Senin, 26 Maret 2013 bertempat di Aula Hotel Al-Madani, Jalan Patih Rumbih, Kuala Kapuas, dilaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Tuberkulosis di Kabupaten Kapuas. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pemegang program penanggulanngan Tuberkulosis yang ada di puskesmas se-Kabupaten Kapuas.

Kegiatan ini pada saat-saat sebelumnya sudah membahas berbagai aspek dari program TBC masalah masalah penjaringan, pengobatan, pelaporan dan lain sebagainya. Pengelola program tingkat kabupaten ingin memberikan suatu yang agak berbeda dalam pertemuan kali ini yaitu bagaimana agar pengelola TB puskesmas memiliki kemampuan advokasi, komunikasi dan mobilisasi sosial (AKMS) di lingkup kerja puskesmas.  Melalui AKMS, diharapkan pemegang program TB di puskesmas dapat bekerja sama dengan pimpinan, sesama staf dari lintas program lain, maupun masyarakat (termasuk tokoh dan kader) agar mendukung pengendalian TB sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

Dalam rangka melaksanakan gagasan diatas, diundanglah fasilitator nasional yang berasal dari Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Uria Guna Darma, SKM, M.Si. Dalam pertemuan tersebut beliau  memotivasi para petugas Puskesmas, agar lebih tergugah untuk selalu berpikir positif, kreativ dalam menggali permasalahan TB dan mengupayakan pemecahannya, dan berkomunikasi serta bekerja sama dengan pihak lain untuk meningkatkan kinerja program TB. Beliau juga menekankan agar stop menyalahkan orang lain dan keadaan, apalagi ketidaktahuan masyarakat, sebagai penyebab rendahnya kinerja program. Justru yang harus dibangun adalah sikap diri yang selalu mawas dan berpikir kreatif. Diharapkan hal ini dapat memperbaiki kinerja program Tuberkulosis pada masa-masa mendatang.

Sumber: Seksi Bimdal P2 Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"