Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Aura Cintamu



Ciptaan: Ikmal Aftoni, SPers

Berawal di suatu negara
Di antara dua samudra
Yang terapit dua benua
Pusat perbincangan dunia
Yang damai, subur, aman dan makmur
Kekayaan alamnya termasyhur
Kini dilanda prahara
Karena ulah durjana
Bersyukur t'lah lahir sang pembela
Yang sayang dan mencintainya

Aura cintamu
Terbangkanmu pada keagungannya
Pulihkan jiwaku yang tengah terluka
'tuk kembali sujud padanya
Kugapai bintang
Dengan sinar seminarnya yang benderang
Kuraih dan segera kubawa pulang
Kupersembahkan pada negeriku
Indonesiaku .....

Bina jiwa taat Tuhannya
Akhlak mulia penuh cinta
Ikhlas berkorban wujudkan karya
Teladan bagi insan taqwa

Aura cintamu
Mengajakku tunduk di alam rahmatNya
Mengajarkan aku di tengah makhlukNya
Berbagi suka pada sesama

Aura cintamu
Pancarkan cita kejayaan negeriku
Yang akan terwujud di ufuk waktu
Berpadu satu dalam asaku
Indonesiaku

Aura cintamu
Terbangkanku pada keagungannya
Pulihkan jiwaku yang tengah terluka
'tuk kembali sujud padanya

Kau sampaikan dengan cinta
Kau tebarkan dengan pesona
Yang menyejukkan setiap jiwa
Yang tersemai rasa dan damba

Hai Sang Pembela
Cintamu teladankan Rasul Mulia
Bimbing kami bersabar ditengah manusia
Damaikan gundah gulana dunia
Wahai sang pembela

----------
Kupersembahkan nasyid rindu ini kepada Allah dan Rasul-Nya semata-mata. Ditulis bersama ananda Maryam Shofiya Adnina dan saudara yang saya cintai karena Allah, Junef Islamiya. Jazakumullah atas ide-ide dan masukannya yang sangat berarti untuk kesempurnaan nasyid ini. Tak lupa saya ucapkan terima kasih juga untuk Andrei dan Irfan yang telah mengkompose syair Aura Cintamu menjadi sajian dalam sebuah alunan orkestra yang sangat indah. Jazakumullah khairan katsiran. Malang-Jakarta, 25 Maret 2013. (Ikmal Aftoni, SPers)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"