Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Panen Karet Di Depan Rumah

Getah karet yang terdapat di depan rumah
Sejak delapan tahun yang lalu, desa-desa di Lamunti sudah mulai menanam karet. Kegiatan ini adalah salah satu program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh salah satu proyek di daerah lahan gambut ini. Saat ini program ini sudah menampakkan hasilnya. Masyarakat sudah bisa panen karet, bahkan karet yang di tanam di depan rumah mereka pun sudah bisa diproduksi. Karena naik turunnya harga karet, masyarakat selain menanam karet juga menanam sawit di lahan mereka. Masyarakat di Lamunti II B1 ini ikut menjadi plasma dari PT. GAL.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"