Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Anggota Persadia Kapuas Periksa HbA1c

Pengambilan darah untuk pemeriksaan HbA1c
Pada hari Jum'at, 5 Juli 2013 bertempat di bagian belakang Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, dekat parkir, diselenggarakan kegiatan pemeriksaan HbA1c terhadap anggota Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Kabupaten Kapuas dan masyarakat umum. HbA1c adalah pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan kadar gula dalam darah rata-rata dalam waktu 3 bulan sebelumnya. Pemeriksaan ini menunjukkan seberapa baiknya anda mengendalikan diabetes anda.

Pemeriksaan ini diselingi dengan kegiatan Karaoke Keliling yang diselenggarakan oleh Kapuas TV Channel. Mereka yang diperiksa darahnya dihibur dengan berbagai lagu dari para artis lokal. Pemeriksaan HbA1c dilakukan oleh petugas laboratorium rumah sakit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"