Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Rakor Kesiapsiagaan Kemarau 2013

Wakil Bupati Kapuas (kiri) dan Kepala BPBD Kabupaten Kapuas (kanan)
Pada hari Kamis, 25 Juli 2013 bertempat di aula kantor Bupati dilaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Kemarau. Kegiatan ini diikuti oleh pengampu kepentingan seperti dinas kehutanan dan perkebunan, dinas pertanian, dinas kesehatan, kesbanglinmas, dinas sosial, dinas pperhubungan, Dinas PU, Tagana, PMI, Pemadam Kebakaran, Manggala Agni dll.

Rakor ini membicarakan tentang rencana posko lapangan penanggulangan kebakaran hutan, lahan dan pekarangan. Selain posko induk yang ada di BPBD ada posko lain di Basarang, Anjir Serapat dan di jalan Pemuda ke arah Palingkau.

Dalam sambutannya wakil bupati Kapuas mengharapkan agar kebakaran rumah juga menjadi perhatian. Beliau mengharapkan agar dapat dibuat beberapa titik sumber air di daerah yang rawan kebakaran. Selain itu beliau berharap agar spanduk atau baliho tidak ditempatkan di kota tapi di tempat dimana masyarakat seringh lewat ketika mereka menjuu ke lahan. Beliau juga mengajak agar 28 Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang ada di KApuas dilibatkan karena kontraktornya sering membakar lahan.

Kepala Manggala Agni Kapuas, Semarjito, menyampaikan bahwa tahun 2013 ini sampai sekarang sudah ada 40 titik hotspot di Kapuas. Rencana lain adalah apel siaga di stadion Panunjung Tarung, kampanye dan pembentukan Masyarakat Peduli Api di Mantangai.

Komentar

  1. Sosialisasi Dampak Kebakaran Hutan lebih ditingktatkan pada Masyarakat dan Terutama Pada Perusahaan-perusahaan Besar yang berada di Kabupaten Kapuas. Tindakan tegas dilakukan pada Oknum yang melanggar agar memberikan efek jera. Namun bagaimana nasib masyarakat petani tradisional yang sudah terbiasa bakar lahan untuk bertani karena menyangkut biaya yang harus dikeluarkan, harapan ada solusi yang bijak berpihak pada masyarakat untuk hal tersebut sehingga tidak ada lagi kabut asap seperti tahun-tahun sebelumnya. Sekedar refresh pada Pemangku kebijakan di Kabupaten Kapuas bahwa di Kabupaten Kapuas sudah terbentuk DAMKAR MANDIRI yang merupakan gabungan dari BPK swasta yang selama ini mempunyai tugas pokok untuk kebakaran Perumahan dan juga terlibat pada pemadaman lahan pada tahun sebelumnya yang bekerja tanpa pamrih. Terimakasih dengan harapan dalam POSKO Kesiapsiagaan Kemarau 2013 berjalan lancar dan melibatkan seluruh elemen Pemerintah, Organisasi, dan masyarakat yang terkait.

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)