Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Mari Bantu Masjid Nurul Hidayah Pulau Telo

Kumpulan gambar pembangunan masjid Nurul Hidayah Pulau Telo
“Barangsiapa yang membangun masjid, maka Allah akan bangunkan baginya semisalnya di surga.” (HR. Bukhari, 450 dan Muslim, 533 dari Hadits Utsman radhiallahu’anhu)

Masjid Nurul Hidayah Pulau Telo sekarang dalam tahap pembangunan, kami mengharapkan bantuan dari saudara(i) Bapak/Ibu untuk dapat menyisihkan sebagian dari rezeki untuk pembangunan Masjid Nurul Hidayah, Kami menerima bantuan dalam bentuk barang seperti : Pasir, Bata, Semen atau apapun untuk pembangunan Masjid. Sekarang Masjid melakukan pemasangan kusen pintu.

Silahkan hubungi:

Muhammad Hipni, Jl. Kenari 2 No 456. Perumnas PulauTelo. No HP 085249800061, Email/FB: hipni_doank@yahoo.co.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"