Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Wakil Bupati Memenuhi Janji

Anggota Persadia melakukan Senam Diabetes
Pada hari Jum'at, 30 Agustus 2013, admin berbincang dengan Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Cabang Kapuas, Bapak Talinting E. Toepak. Beliau mengatakan bahwa Bapak Wakil Bupati Kapuas, Bapak Muhajirin, berjanji akan ikut senam diabetes, tapi sampai sekarang belum ikut juga. Ketika berjalan kaki menuju ke taman kota untuk mengelilingi stadion, admin melihat Bapak Muhajirin bersepeda di depan rumah sakit. Ketika kegiatan senam dimulai, rupanya Bapak Muhajirin sudah termasuk diantara mereka yang melaksanakan Senam Diabetes.
dr. Erny Indrawati (kanan) sedang memberikan penyuluhan
Setelah selesai kegiatan senam, para peserta menyerbu penganan ringan yang disediakan oleh PT. ASKES. Menurut keterangan dr. Erny Indrawati, anggota Tim Diabetes Center RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, sudah dua bulan ini, PT. ASKES rutin menyediakan penganan ringan untuk peserta Senam Diabetes. Sambil menikmati penganan ringan tersebut, dr. Erny memberikan penyuluhan kepada peserta tentang penyakit diabetes. Beliau mengingatkan peserta untuk menghentikan kebiasaan merokok, kemudian penyandang diabetes boleh mengkonsumsi berbagai makanan, namun dalam porsi yang kecil.
Wakil Bupati (paling kanan) sedang berbincang dengan Bapak Toepak
Dalam kesempatan ini, admin melakukan advokasi kepada Bapak Toepak dan Bapak Muhajirin untuk mau menjadi tokoh yang mempromosikan "Blue Circle" (Lingkaran Biru) sebagai bentuk dukungan dalam kegiatan-kegiatan yang ada kaitannya dengan diabetes. Admin juga meminta kesediaan dari dr. Erny untuk juga menjadi tokoh yang mendukung "Blue Circle" tersebut. PT. ASKES juga berjanji akan membantu kegiatan diabetes yang akan dilakukan di berbagai tempat di Kabupaten Kapuas. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"