Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pembinaan Puskesmas

Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas
Pada tanggal 4 September 2013 Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas melakukan pembinaan ke Puskesmas Lupak beserta poskesdesnya yaitu di desa Palampai dan desa Cemara Labat. Pembinaan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan dr. Adelina Yunus, dan diikuti juga oleh Sekretaris Joko Labadijunjung, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Apendi, Kabid SDMK Raison, Kabid Jamsarkes Luhut Sinaga, Kabid PMK Sofian Rifani, Kasi P2 Tri S., dan staf Yankes Fauziah. 

Pembinaan di Desa Palampai meliputi aspek program, Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat, disiplin pegawai, dan lain-lain. Petugas kesehatan setempat yaitu bidan Nita dan anggota masyarakat setempat ikut berperan dalam kegiatan pembinaan ini. Bidan Nita adalah staf dari Puskesmas Lupak, dan beberapa waktu terakhir sempat diperbantukan ke Puskesmas induk karena di induk kekurangan tenaga. 

Di desa Cemara Labat, tim juga menemui bidan desa setempat yaitu bidan Raudah. Beliau menangani tidak hanya Cemara Labat, tapi juga desa Pematang yang belum ada tenaga kesehatannya. Menarik bahwa di desa Cemara Labat ini beliau bekerja sendirian karena tidak ada satupun kader posyandu di sana. Berbeda dengan desa Pematang yang sudah ada beberapa kader posyandu yang aktif di bawah pimpinan ibu kades setempat. 

Tim juga melakukan kunjungan ke Puskesmas Lupak (perawatan) dan Puskesmas Pulau Kupang (non perawatan). Pembinaan meliputi fisik, program, ketenagaan, dan lain-lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"