Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Endline Survey Program Kesehatan dan Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat (KPPBM)

Briefing Endline Survey di Markas PMI Kabupaten Kapuas
Pada hari Sabtu, 4 Januari 2014, para relawan Palang Merah Indonesia Kabupaten Kapuas menjalani Pelatihan Enumerator Endline Survey Program Kesehatan dan Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat (KPPBM). Kegiatan ini disponsori oleh Palang Merah Spanyol (Spanish Red Cross - SRC). Dalam kegiatan ini kepada relawan disampaikan mengenai Rapid Mobile Phone-based (RAMP) survey serta bagaimana melakukan wawancara kepada para relawan. Dalam pelatihan ini mereka juga mempraktekkan wawancara dengan menggunakan formulir yang ada dalam Handphone dan mengirimkan hasilnya ke server. Aplikasi yang digunakan untuk RAMP survey ini adalah Magpi (www.magpi.com).

Mulai hari Senin-Jum'at, 6-10 Januari 2014, para relawan mulai melakukan pengumpulan data ke empat desa yaitu Kelurahan Pulau Kupang dan Desa Terusan Raya di Kecamatan Bataguh, serta Desa Teluk Palinget dan Desa Handiwung di Kecamatan Pulau Petak. Para relawan dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 orang. Masing-masing kelompok di pimpin oleh satu relawan. Setiap kunjungan ke desa didampingi oleh koordinator desa untuk program KPPBM.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"