Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Motella

Anak Pak Arliansyah membantu penjualan
Penjual makanan ringan ini terletak di Jalan Ahmad Yani, samping Bank BRI. Tempat ini buka setelah shalat Ashar sampai jam 21.00 WIB. Motella ini adalah 'franchise' yang dibeli dengan harga 5 juta rupiah, Satu bungkus Motella dijual dengan harga Rp 6.500. Rasanya bermacam-macam, diantaranya ayam lada hitam, balado, barbeque, extra pedas, chicken, combo, jagung bakar, jagung manis, keju, pedas manis, sapi panggang dan sapi lada hitam.

Pak Arliansyah - penjual Motella - membeli bahan baku Motella setiap dua hari. Menurut beliau singkong yang sudah dipotong-potong tersebut hanya tahan dua hari di kulkas.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"