Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Fort Santiago











Salah satu benteng tertua di Manila. Dibangun tahun 1571, ditempat pemukiman asli Raja Soliman. Benteng pertama adalah struktur tumpukan balok dan tanah. Dihancurkan oleh serangan Limahong tahun 1574. Benteng batu dibangun antara tahun 1589 dan 1592. Rusak pada gempa bumi 1645. Diperbaiki dan diperkuat dari tahun 1658 sampai 1663. Menjadi markas pusat dari penjajahan tentara Inggris dari tahun 1762 sampai 1764. Diperbaiki dan direnovasi tahun 1778.

Dulunya markas pusat Tentara Amerika Serikat Divisi Filipina. Diguankan oleh tentara Jepang tahun 1942, dimana ratusan dari warga sipil dan gerilyawan ditahan, disiksa dan dibunuh. Dihancurkan pada Perang Manila tahun 1945.


Digunakan sebagai depot bagi Korps Transportasi Amerika Serikat sebelum penyerahan kepada Pemerintah Filipina tahun 1946. Dideklarasikan sebagai Shrine of Freedom pada tahun 1950. Perbaikan dan pemeliharaan benteng ini dimulai tahun 1951 dibawah National Park Development Committee Management diserahkan kepada Intramuros Administration tahun 1992. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"