Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Kepala Dinas Pendidikan Pantau Ujian Nasional Di SMPN 4 Selat

Kadis Pendidikan Kapuas Katanggar saat berfoto bersama dengan Kepala Sekolah SMPN 4 Selat Haris Fadilah beserta dewan guru setelah memantau pelaksanaan UN di SMPN 4 Selat. (foto : Tommy Saputra)

KUALA KAPUAS - Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat berlangsung mulai Senin (5/5) hingga Kamis 8 Mei 2014 mendatang. Dalam ujian tersebut ada 4 bidang Studi yang diujikan yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Drs. Katanggar saat melakukan pemantauan di SMPN 4 Selat Senin (5/5) pagi mengatakan bahwa kegiatan UN berjalan dengan lancar dan sampai saat ini belum ada laporan yang tidak berkenan.

Dari jumlah peserta UN tingkat SMP Sederajat di Kabupaten Kapuas sebanyak 4.845 yang terdiri dari laki-laki 2.353 orang dan perempuan 2.492 orang. Dari jumlah yang cukup banyak itu saya mengharapkan agar anak-anak bisa lulus dengan nilai yang baik.

Untuk mewujudkan hal tersebut  kita terus berusaha dan mendorong anak-anak untuk tidak lupa berdoa, menjaga kesehatan serta lebih giat belajar dan jangan sampai membuat onar yang nantinya dapat menghambat prestasi siswa.

Selain itu juga kita menghimbau agar orang tua atau wali murid agar bisa bekerja sama baik dengan pihak Diknas ataupun dengan pihak sekolah, agar dapat menegur anak dan memberikan arahan dan motivasi anak-anaknya karena kesuksesan murid harus ada kerja sama antara orang tua dengan pihak sekolah,” ungkapnya.

Mantan Kepala Sekolah SMAN 1 Kapuas ini mengharapkan agar semua siswa yang lulus dapat melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi lagi. Apa lagi kita Kabupaten Kapuas sudah  menerapkan sekolah gratis sampai 12 tahun, jadi hal tersebut tidak ada lagi anak-anak yang tidak sekolah atau putus sekolah,” pungkasnya.

Ditempat yang sama Kepala Sekolah SMPN 4 Selat Drs Haris Fadilah MPd mengatakan bahwa, tahun ini 207 orang siswa yang mengikuti ujian baik yang terdiri dari 170 orang siswa SMPN 4 serta 37 orang dari SMP Terbuka. Dari 207 orang siswa cuma 7 orang dari SMP terbuka yang tidak mengikuti ujian, mungkin karena   ada kesibukan kerja atau sedang berada diluar kota,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan untuk ruangan kita siapkan sebanyak 11 ruangan yang rata – rata satu ruangan berjumlah 20 orang, sesuai dengan aturan dan ketentuan yang sudah ditetapkan. Sedangkan untuk peserta ujian kita tidak membedakan atau mengkhususkan antara siswa SMPN 4 dengan siswa SMP Terbuka. Cuma bedanya siswa SMP terbuka tidak menggunakan seragam sekolah,” ungkap Kepala Sekolah yang murah senyum ini.

Haris sapaan akrabnya menjelaskan bahwa peserta yang tidak mengikuti ujian masih bisa untuk mengikuti ujian susulan, dengan waktu sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan oleh pemerintah yaitu pada tanggal 12-16 mei mendatang. Kita berharap agar peserta ujian yang berhalangan bisa mengikuti ujian susulan karena rugi kalau harus mengulang 1 tahun lagi.

Selain itu upaya-upaya yang kita lakukan sebelum melaksanakan UN kita melaksanakan les untuk menambah jam belajar serta try out dan menelaah soal soal ujian tahun yang lalu. Hasil try out yang sudah kita laksanakan sekitar 90 persen siswa-siswi kita lulusan dan harapan kita UN tahun ini siswa-siswi kita bisa 100 persen kelulusan, agar mereka semua dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi,” Ungkap Haris Fadilah yang juga aktif di berbagai organisasi ini.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)