Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Shalat - Pemahal-mahal Ibadah

Guru Parhani (ketiga dari kanan) sedang menyampaikan ceramah

Dalam ceramah Isra' MI'raj pada hari Senin, 26 Mei 2014 di Langgar Inayah Guru Parhani menyampaikan bahwa shalat adalah pemahal ibadah. Bila ibadah lain perintah mengerjakannya disampaikan melalui malaikat jibril, maka shalat ini perintahnya disampaikan langsung kepada Nabi Muhammad SAW.

Bila kita ingin mengirim beras dari anjir serapat ke barabai, maka kita berani menitipkannya pada travel. Tapi bila kita mau mengirim satu kilo emas, maka kita tidak berani mengirimnya lewat travel. Kita akan mengantarnya sendiri atau memanggil orang yang akan dikasih tersebut.

Saat ini masih banyak kaum Muslimin yang mengabaikan sesuatu yang lebih berharga (shalat) dan cenderung mengambil sesuatu yang lebih murah yaitu ibadah lain. Padahal shalat merupakan kepalanya ibadah. Bila orang tidak shalat maka ibadah lainnya menjadi tidak berarti.

Shalat seharusnya bisa membuat seseorang bisa menghindari perbuatan keji dan mungkar. Buya Hamka pernah ditanya mengapa orang yang shalat akhlaknya tetap buruk dibandingkan orang yang tidak shalat. Buya Hamka menjawab bahwa kalau orang yang tidak shalat itu shalat maka dia akan lebih bahagia, Kalau orang yang shalat itu memperbaiki shalatnya maka dia akan lebih baik akhlaknya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"