Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Sore Hari Di Sei Lasar

Anak-anak sedang bermain rumah-rumahan di tanah
Menelusuri Sei Lasar di sore hari cukup menarik. Handil ini merupakan bagian dari Desa Palingkau Baru, Kecamatan Kapuas Murung. Jaraknya dari Jalan Pemuda adalah sekitar 500 meter ke arah Sungai Kapuas Murung. Desa ini memiliki rumah di kedua sisi handil, meskipun rumah terbanyak terdapat pada sisi kanan handil.

Sore hari adalah waktu mandi bagi sebagian warga handil. Mereka mandi di sungai, tidak hanya anak-anak, termasuk juga orang dewasa. Kebetulan pada sore ini airnya sedang pasang, jadi banyak anak-anak yang berenang di handil ini. Ada sebagian anak-anak yang sedang bermain di depan rumahnya. Mereka asyik membuat rumah-rumahan diatas tanah (foto diatas).
Petani pulang dari lahan dengan jukung
Sore hari juga saat bagi petani yang memiliki lahan di "darat" untuk kembali ke rumah mereka (foto diatas). Bagi petani yang tidak memiliki sepeda motor, mereka menggunakan jukung sebagai sarana transportasi. Ada juga sebagian orang dewasa yang memanfaatkan waktu tersebut untuk mengobrol di depan rumah bersama tetangga. Suasana desa memberikan nuansa tersendiri dalam menikmati waktu.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"