Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Supervisi Dinas Kesehatan ke Puskesmas Palangkau

Foto bersama petugas Puskesmas Palangkau
Pada hari Senin, 11 Agustus 2014, rombongan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas yang dipimpin oleh kepala dinas, Ibu Adelina Yunus berkunjung ke Puskesmas Palangkau yang terletak di Desa Palangkau Lama, Kecamatan Kapuas Murung. Ikut dalam rombongan ini tiga orang kepala bidang, satu orang kepala seksi dan dua orang staf.

Dalam kegiatan ini, rombongan melihat pelaksanaan program-program pelayanan di puskesmas, sesuai dengan bidang yang ada dalam tim supervisi. Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) mensupervisi kegiatan penanggulan penyakit seperti Imunisasi, pelaksanaan program penanggulangan TBC dan lain-lain. Bidang Sumber Daya Kesehatan mengingatkan masalah Surat Ijin Praktek (SIP), Surat Ijin Kerja (SIK), masalah ketenagakerjaan di Puskesmas (tunjangan) dan lain-lain.

Puskesmas mengeluhkan data penduduk desa yang tidak sama dengan BPS. BPS menyebutkan banyak KK di desa tersebut, namun kenyataannya hanya ada empat KK di sana. Puskesmas juga tidak memiliki kendaraan yang dapat digunakan untuk merujuk pasien. Rumah untuk tenaga kesehatan juga sangat terbatas, ada satu rumah dinas yang ditempati oleh tiga keluarga. Puskesmas juga kekurangan oksigen dan tandu. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"