Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Warga Kapuas Meriahkan International Quran Recitation Competition 2014


Pemerintah Bahrain menyelenggarakan International Quran Recitation Competition. Kompetisi ini cukup unik karena para peserta diharapkan untuk merekam bacaan Quran-nya maksimal 5 menit, kemudian mengunggahkan ke YouTube dengan akun mereka sendiri. Setelah mereka mendaftarkan diri dulu ke situs lomba dan mengaktifkan email mereka, mereka bisa mengirim alamat video mereka di YouTube. Setelah dipastikan videonya bisa di dengar, maka mereka tinggal menunggu pengumaman.

Seleksi akan dilaksanakan dalam lima tahap. Tahap pertama 1.000 orang peserta akan dipilih untuk mengikuti tahap kedua. Pada tahap kedua, peserta kembali diminta untuk mengunggah video bacaan Quran mereka. Hal tersebut terus dilakukan bila dia terus maju sampai seleksi tahap keempat. Pada tahap terakhir, peserta akan diundang ke Bahrain.

Hadiah yang disediakan oleh pemerintah Bahrain tidak main-main. Untuk pemenang pertama disediakan hadiah sekitar 250 juta rupiah. Untuk pemenang keenam disediakan hadiah sekitar 25 juta rupiah. Bagi lembaga yang mengirimkan anggotanya untuk mengikuti lomba dan mendapat nilai akumulatif tertinggi juga akan mendapatkan penghargaan dari pemerintah Bahrain.

Kapuas mengirimkan beberapa video untuk berpartisipasi dalam kompetisi tersebut. Ada nama seperti Muhammad Amin dari STAI Kapuas, ada Muhammad Yamani dari Masjid Nurul Iman, Kuala Kapuas. Menurut keterangan di YouTube mereka melakukan perekaman video di Masjid Darul Muttaqin, Kuala Kapuas.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)