Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Pelajaran Setelah Mendaki Gunung Gandul

Pemandangan dari Gunung Gandul
Saat mendaki Gunung Gandung, Dusun Kerdukepik, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah, admin menyempatkan diri untuk merekam suasana di ketinggian gunung tersebut. Ada beberapa foto yang diambil dari berbagai ketinggian yang berbeda. Saat berada di puncak gunung, admin menyempatkan diri untuk mengambil foto panorama. Setelah turun dari puncak, tidak ada lagi semangat untuk mengabadikan pemandangan di sekeliling gunung tersebut, karena sudah mendapatkan yang terbaik.


Saat itu terpikirlah oleh admin, bahwa ketika seseorang sudah mendapatkan sesuatu yang lebih tinggi, maka apa-apa yang berada dibawahnya tidak lagi menjadi sesuatu yang dikejar-kejar. Admin teringat dengan para penghuni surga yang ketika mereka sudah melihat Allah SWT, mereka sudah merasa cukup dengan kenikmatan yang mereka terima, karena mereka sudah mendapatkan kenikmatan yang tertinggi.

Itulah sebabnya Allah SWT senantiasa mengajak manusia untuk memiliki cita-cita mulia, sehingga apa-apa yang ada di dunia tidak menjadi penghalang baginya untuk melaksanakan kebaikan demi meraih kebahagiaan di akhirat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)