Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

The Story of Wendy Hill - Film Pendidikan Diabetes

Film pendidikan tentang diabetes ini diproduksi tahun 1945 oleh US. Public Health Services dan American Diabetes Association. Film ini bercerita tentang Wendhy Hill yang ketika dirawat di rumah sakit akibat tertabrak truk diketahui menderita penyakit Diabetes. Dia langsung sedih karena dia dengar bahwa penderita diabetes tidak bisa mempunyai anak. Tapi dr. Wood membesarkan hatinya dengan mengatakan bahwa hal tersebut tidak benar. Dia disarankan untuk berobat secara teratur.

Tapi dalam kesehariannya, orang-orang menunjukkan rasa kasihan kepadanya, karena mereka masih beranggapan bahwa penderita diabetes tidak bisa memiliki anak. Syukurlah tak lama kemudian Wendy melahirkan seorang anak yang sehat dan anaknya pun besar tanpa penyakit diabetes.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"