Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Mengamen dengan "karungut"

Pada saat istirahat di Rumah Makan Anni, Pulang Pisau, admin melihat ada pengamen yang sedang membawakan "karungut" (pantun yang dilagukan). Admin minta ijin untuk merekam penampilannya, ia mengijinkan.

Beliau sudah mulai mengamen dengan "karungut" ini sejak 16 tahun yang lalu, ketika ditinggal oleh istrinya. Beliau mengamen dari kantor ke kantor di Pulang Pisau. Kadang-kadang beliau mengamen di Rumah Makan Anni. Sedihnya waktu beliau bercerita tentang penghasilannya dari mengamen ini. Meskipun dia mengamen di rumah makan, tapi hasil mengamennya tidak cukup untuk makan di rumah makan ini. Meskipun orang yang datang silih berganti dengan menggunakan mobil, pemberian mereka rata-rata Rp 1.000 atau Rp 2.000 rupiah saja.

Karungut yang dibawakannya adalah karangan sendiri. Dia belajar karungut dari kakaknya. Kecapi yang digunakannya dibuat dari kayu pantung. Dia sebenarnya punya kecapi yang lebih baik, tapi sedang rusak. Kecapi yang sedang rusak itu lebih ringan dan lebih keras suaranya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)