Dicintai Saja Tidak Cukup, Kita Juga Perlu Merasa Dikenal

Gambar
  Banyak orang ingin dicintai. Namun, ada pertanyaan yang sering luput kita renungkan: bagaimana mungkin kita merasa benar-benar dicintai, kalau kita tidak merasa benar-benar dikenal? Pertanyaan ini menjadi inti tulisan Sonja Lyubomirsky dan Harry Reis dalam artikel How Can We Feel Loved If We Don’t Feel Known? yang dimuat di Behavioral Scientist. Keduanya adalah peneliti yang mendalami kebahagiaan dan hubungan antarmanusia. Mereka menjelaskan bahwa salah satu faktor besar yang membuat seseorang bahagia bukan sekadar memiliki banyak hal, tampak sukses, atau dikagumi banyak orang, melainkan merasa dicintai secara tulus . Namun, merasa dicintai ternyata tidak selalu mudah. Banyak orang sebenarnya memiliki keluarga, pasangan, sahabat, atau lingkungan yang peduli, tetapi tetap merasa kesepian, tidak dipahami, atau kurang dihargai. Menurut Lyubomirsky dan Reis, masalahnya sering kali bukan karena tidak ada cinta, melainkan karena cara kita memahami cinta kadang keliru. Dicintai Buk...

Hand Hygiene Relay (Estafet Cuci Tangan) 2015

Menemani dr. Gusti Hariyadi Maulana, SpPD untuk cuci tangan
Pada hari Jum'at, 28 Agustus 2015 bertempat di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo dilaksanakan kegiatan Hand Hygiene Relay (Estafet Cuci Tangan). Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang dicanangkan oleh World Health Organization. Kegiatan ini bertujuan untuk menggugah rumah sakit untuk menerapkan praktek cuci tangan dalam pelayanan pasien. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh unsur tenaga medis dan paramedis yang meliputi dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan dan tenaga kesehatan lainnya.





Komentar

Postingan populer dari blog ini