Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Seminar HIVAIDS Pertama di Kabupaten Kapuas

dr. Tri Setyautami, MPHM sedang menyampaikan materi
Pada hari Selasa 1 Desember 2015 dilaksanakan Seminar HIV AIDS di Gedung Wanita Lawang Kameloh, Kuala Kapuas yang diselengarakan oleh GOW (Gabungan Organisasi Wanita), bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kapuas, dan Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Kapuas. Seminar ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Ibu ke-87 HUT ke-16 Dharma Wanita Persatuan dan Hari AIDS seDunia yang diperingati tiap 1 Desember. 

Seminar yang bertema "Mari Cegah dan Tanggulangi HIV/AIDS di Lingkungan Kita" ini merupakan pengejawantahan dari tema besar peringatan Hari AIDS Sedunia tahun 2015 yaitu "Saatnya Semua Bertindak, Perilaku Sehat Awal Pencegahan HIV/AIDS". 

Seminar ini dihadiri oleh 230 peserta yang keseluruhannya adalah kaum perempuan yakni dari Bhayangkari, Persit Candrakiran, Dharma Wanita, PKK, Muslimat NU, Aisiyah, Ikatan Bidan Indonesia dan organisasi wanita lainnya. 

Pemateri yaitu Dra Hj. Nor Afiati Muhajirin, MPd selaku Ketua GOW Kabupaten Kapuas, yang menyampaikan materi "Ketahanan Keluarga dalam Pencegahan HIV AIDS", dan dr. Tri Setyautami, MPHM dari Komisi Penanggulangan AIDS dan Dinas Kesehatan yang menyampaikan materi "Mari Kenali HIV/AIDS".

Peserta sangat antusias dan mengajukan banyak pertanyaan. Bahkan ada yang menginginkan agar tes HIV bisa dilakukan massal seperti tes deteksi dini kanker IVA, ada yang bersedia menjadi pendamping / konselor bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) yang merasa terpuruk.

Video kesaksian ODHA Ny. Yurike Ferdinandus di acara Mata Najwa membuka mata para peserta bahwa kaum ibu (IRT) pun beresiko tertular HIV, dan menyadarkan bahwa tidak boleh ada diskriminasi terhadap ODHA. 

Seminar ini adalah seminar pertama tentang sosialisasi Pencegahan HIV AIDS di Kabupaten Kapuas.  Peserta bersemangat mengikuti paparan, dan untuk setiap penanya disediakan hadiah kaos  menarik dari KPA Kapuas. Di akhir acara diadakan kuis dengan hadiah-hadiah menarik.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)