Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Para Guru Duduk Diatas Klotok

Umumnya para guru yang mengajar di daerah-daerah terpencil masih tinggal di Kota Kuala Kapuas. Mereka berangkat setiap hari ke sekolah tersebut dengan menggunakan klotok. Jadi pada pukul 06.00 WIB mereka sudah naik klotok untuk menuju sekolah tempat mereka mengajar. Bagi para guru laki-laki, duduk diatas klotok yang atapnya cukup lebar, lebih menyenangkan karena lapang pandang mereka lebih luas. Mereka yang naik klotok ini adalah para guru yang mengajar di sekolah-sekolah seperti Pulau Kupang dan Terusan Tengah yang berada di wilayah kecamatan Bataguh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"