Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Inspeksi mendadak Balai POM ke penjual wadai Ramadhan

Inspeksi penjual wadai Ramadhan (Courtesy of Kastalani)
Pada hari Rabu, 15 Juni 2016, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) dari Palangka Raya melakukan inspeksi mendadak kepada para penjual wadai Ramadhan yang ada di Kuala Kapuas.
Inspeksi penjual wadai Ramadhan (Courtesy of Kastalani)
Dari inspeksi tersebut Balai POM menemukan makanan yang mengandung rhodamin B (pewarna tekstil). Makanan tersebut langsung dimusnahkan ditempat.
Pak Kastalani (kiri) dan Pak Amor Patria (kanan) pendamping dari Kapuas (Courtesy of Kastalani)
Selama inspeksi tersebut, Balai POM didampingi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UMKM Kabupaten Kapuas serta petugas terkait lainnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"