Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Seminar Pengokohan Keluarga Indonesia dalam Menghadapi Bahaya Penyakit Sosial

Nazmiannoor, S.Pd, MT
Pada hari Minggu, 16 Oktober 2016 bertempat di aula Kementerian Agama Kabupaten Kapuas dilaksanakan kegiatan Seminar Pengokohan Keluarga Indonesia dalam Menghadapi Bahaya Penyakit Sosial. Narasumber kegiatan ini adalah Bapak Nazmiannoor, S.Pd, MT dari Badan Narkotika Kabupaten Kapuas dan dr. Tri Setyautami, MPHM dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas.

Bapak Nazmi menyampaikan bahwa zat adiktif menjadi pintu gerbang untuk narkotika. Beliau ingin generasi muda menjadi pejuang dengan ciri-ciri jujur, mandiri dan peduli. Pengguna narkoba umumnya karena coba-coba. Beliau mengajak kita membentengi diri terhadap penyalahgunaan narkoba dengan jalan menanamkan nilai-nilai agama dalam diri; memiliki integritas, kejujuran dan loyalitas.


dr. Tri Setyautami, MPHM menjelaskan tentang infeksi menular seksual (IMS) terutama HIV / AIDS. Konsekuensi IMS mengenai ibu, anak dan bapak. Jumlah kasus HIV makin meningkat, termasuk perempuan, ibu dan anak. Kelompok umur terbanyak 25-49 tahun. Ditularkan paling banyak lewat hubungan seks  heteroseksual, LSL, penasun, dan lain-lain. ODHA di Kapuas sudah ada 21 penyandang HIV. Virus HIV ada di cairan vagina, sperma, darah dan air susu ibu. HIV tidak menular melalui gigitan nyamuk. Sekarang sudah banyak anak yang tertular HIV. Pencegahan dengan ABCDE.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"