Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Workshop Jurnalistik dan Media Digital

Acara pembukaan
Sejak Sabtu hingga Minggu (5-6 November 2016), Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Selat Tengah Kabupaten Kapuas ramai dipenuhi oleh siswa-siswa dari berbagai Sekolah Menengah / Sederajat se-Kuala Kapuas. Mereka berkumpul untuk mengikuti rangkaian acara Workshop Jurnalistik dan Media Digital yang diadakan oleh OSIS MAN Selat Tengah bekerja sama dengan Kaffah Organization. Terdata, 55 siswa mengikuti acara ini. Mereka merupakan siswa-siswi dari MAN Selat Tengah, MAN Pulang Pisau, MA Nurul Iman, MA Babussalam, SMPIT Al-Amin, SMA 1, MA Islamiyah, dan SMA Muhammadiyah Kuala Kapuas.
"Ice breaking"
Acara dibuka oleh Bapak Muhajirin selaku Wakil Bupati Kabupaten Kapuas. Kemudian acara dilanjutkan dengan pelantikan pengurus Jurnalis Siswa MAN dengan pengurus yang dilantik langsung oleh Bapak Muhajirin.

Rina Amahorosea selaku ketua panitia pelaksana dalam laporannya menyebutkan bahwa tujuan kegiatan ini salah satunya adalah agar lahir generasi yang cerdas dalam memanfaatkan media digital dan kritis dengan pemberitaan media sosial. Sedangkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas, Bapak Ahmad Bahruni dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Dan ini merupakan terobosan baru dalam dunia pendidikan yang sangat berguna dalam jaman tekhnologi yang canggih.

Memasuki acara inti, peserta kemudian diajak untuk mengenal dunia Jurnalistik dan keseruan di dalamnya dengan temu tokoh dan bincang-bincang bersama ketua PWI dan wartawan Tempo. Tidak hanya itu, peserta juga diajak untuk ikut serta pada focus group discussion mengenai fenomena media sekarang, dan diakhiri dengan pemberian bekal-bekal dasar dalam photografi.
"Ice breaking"
Sedangkan pada hari Minggu, acara terpusat pada kegiatan lapangan siswa. Siswa bertindak layaknya wartawan. Mereka mencari informasi ke lapangan, ada yang sebagai pewawancara, penulis, dan tukang foto. kemudian mereka menulis, hingga melaporkannya dengan presentasi yang dilakukan secara berkelompok.

Sriyadi, selaku kepala MAN selat mengatakan bahwa beliau mendukung penuh adanya kegiatan ini. Beliau juga menyampaikan rasa terimakasih kepada semua pihak yg telah membantu terlaksananya kegiatan ini, khususnya tim Kaffah yg telah melakukan kerjasama dengan MAN untuk menggali potensi anak dalam menulis.
Foto bareng sesudah penutupan
Salah satu peserta, Nadila mengatakan bahwa kegiatan ini sangat menarik dan baru pertama kali ia ikuti. Kemudian peserta lain dari MA Nurul Iman, Nila Sari mengatakan kegiatan ini membantu siswa utk mengenal dunia jurnalis. Bahkan peserta lain berharap agar kegiatan serupa jangan diadakan cuma sekali. Mereka pun menyayangkan karena hanya berlangsung selama 2 hari.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)