Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Bakti sosial Persaudaraan Muslimah (Salimah) di Pulau Kupang, Sei Kayu dan Handil Bere

Salimah diatas klotok
Pada hari Jum'at, 29 Desember 2017, para pengurus Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kabupaten Kapuas menyelenggarakan kegiatan bakti sosial ke Pulau Kupang, Sei Kayu dan Handil Bere. Untuk wilayah Pulau Kupang, disiapkan 15 paket parsel, 75 buah nasi bungkus dan pakaian layak pakai. Sedangkan untuk Sei Kayu dan Handil Bere disiapkan 5 paket parsel dan 50 buah nasi bungkus.  Untuk menuju Pulau Kupang, peserta menggunakan klotok. Sedangkan untuk menuju Sei Kayu dan Handil Bere menggunakan kendaraan darat. Kegiatan ini merupakan salah satu dari beberapa kegiatan lain yang sudah dilaksanakan oleh Salimah seperti Peduli Ramadhan dan acara lomba memasak dalam rangka milad pertama.
Salimah di Pulau Kupang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"