Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (1)

Basa Ngaju, bahasa sebagian besar suku Dayak di wilayah Borneo yang dikuasai oleh Belanda. Hampir semua kata dasar memiliki dua suku kata. Aturannya, suku kata kedua lebih ditekankan.

Kata dasar sebagai kata benda

Beberapa kata, terutama nama, dengan sendirinya adalah kata benda. Tidak ada bentuk tunggal atau jamak, deklinasi atau genus. Misalnya oloh (orang), lauk (ikan); amak (Matten); piring.

Akar beberapa kata kerja dapat juga berasal dari kata benda, misalnya: tangis, imbing (menahan); kanan (untuk dibuang)

Kata benda dengan atribut

huma korik
, rumah kecil
lewu hai, desa besar
kabon bahalap, kebun yang indah
danum papa, air yang kurang baik
jalan bujur, jalan yang lurus
due piring, dua piring
isut andau, beberapa hari
are oloh, banyak orang

Namun: oloh are, orang banyak.
tana, sawah
lewu, desa, kota
huma, rumah
jalan, rute
andau, hari, cuaca, waktu
kabon, kebun
danum, air
aton, berada disana
korik, kecil
hai, besar, tebal
bahalap, bagus, cantik
papa, jelek, buruk
bujur, hanya, hukum; benar
due, dua
are, banyak
isut, kecil

Sumber:

Epple, K.D (1933). Kurze Einführung in die Ngadjoe-Dajaksprache. Bandjermasin, Z. O. Borneo: Zendingsdrukkerij

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)