Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Tafsir Surat Al-A'laa ayat 8-14 - Ustadz Abrar Harun



dan Kami akan memberi kamu taufik ke jalan yang mudah, (Q.S. Al A’laa, 87: 8)

Orang yang disentuh oleh hidayah, bahagia di dunia dan bahagia di akhirat.

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (Q.S. Yunus, 10: 57)

Qur’an mengajarkan toleransi yang sangat indah. Allah tidak ragu-ragu menyebut diri-Nya dengan Allah ketika menyeru orang-orang beriman. Ketika menyeru manusia, Allah menyebut diri-Nya dengan kata Tuhan (Rabb).

Siapa Tuhan itu? Dijelaskan Tuhan itu adalah Yang menciptakan kamu dan orang-orang sebelum kamu, agar kamu menjadi orang-orang yang bertakwa.

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa, (Q.S. Al Baqarah, 2: 21)

Kalau orang hasad / dengkinya dominan, maka dia sedang tidak stabil.

oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat, (Q.S. Al A’laa, 87: 9)

Salah satu peringatan itu adalah Qur’an. Lihat bagaimana ketika jin mendengarkan Qur’an, mereka kembali ke kaumnya dan memberi peringatan kepada mereka.

Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya. (Q.S. Al Furqan, 25: 72)

Ketika berdakwah tentang kucing yang tldak mau dijepit telinganya, ada yang tersinggung dan mengempeskan ban vespa. Setelah diziarahi, bahkan ketika sakit dijenguk, dia jadi muadzin Langgar Al Muslimun.

orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran, (Q.S. Al-A’laa, 87: 10)

Ketika menjawab orang mualaf yang bertanya tentang hukum mengaji di kubur:

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (Q.S. Al Isra’, 17: 36)

Mengaji di kubur dapat pahala, mengaji di rumah dapat pahala. Lebih enak dimana membacanya.
Perlu memperhatikan kepada siapa kita memberikan dakwah.

Ada jema’ah shalat Jum’at yang memprotes Umar tentang baju yang dipakainya. Abdullah bin Umar menjelaskan bahwa dialah yang memberi baju kepada Umar bin Khattab.

dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Q.S. Al-A’laa, 87: 11)

 (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka). (Q.S. Al-A’laa, 87: 12)

Ketika Amran Amri yang menyalahkan

Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain, ... (Q.S. Surat An-Nisa, 4: 20)

Padahal yang dimaksud ayat ini adalah menceraikan istri kemudian mengawini istri orang lain yang sudah dicerai.

Kemudian dia tidak akan mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup. (Q.S. Al-A’laa, 87: 13)

Tingkat kemusyrikan masyarakat kita sangat luar biasa, karena mereka masih sering ke dukun.

Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), (Q.S. Al-A’laa, 87: 14)

Pesta Pantai yang memotong kerbau, itu termasuk kemusyrikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)