Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Mobil mogok ditarik dari Teluk Palinget sampai Selat Tengah

Saat mengendarai mobil dari Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas kembali ke Kuala Kapuas, di tengah jalan saya mencium bau yang kurang enak. Awalnya saya pikir mungkin ini bau dari mobil yang berpapasan atau bau dari hasil pembakaran di pinggir jalan. Tapi ketika sudah cukup jauh, baunya masih konstan saja intensitasnya. Saya lalu berusaha untuk melihat ke depan, ke belakang, ke samping untuk melihat apakah ada yang terbakar, tapi tidak terlihat apa-apa.

Ketika sampai di Desa Teluk Palinget, Kecamata Pulau Petak, saya secara sekilas melihat ke "dashboard" mobil, saya kaget karena penunjuk suhu mesin, menunjukkan mesin sangat panas, walaupun masih di pita kuning. Saya lalu mencari tempat parkir. Kemudian saya membeli air mineral dalam botol besar, kemudian mengisi radiator yang tampak kosong. Rupanya airnya langsung kosong lagi. Saya mengisi sampai empat botol besar.

Setelah saya perhatikan rupanya bocornya bukan pada radiator, tapi pada saluran dari radiator ke mesin yang bocor.

Saya lalu menelpon Pak Rasyid, salah satu teknisi di Bengkel Jawara. Beliau menjemput saya di Teluk Palinget. Jadi mobil tersebut ditarik dari Teluk Palinget sampai ke Selat Tengah.

Komentar

  1. mobilnya sudah tua ini pak, perlu peremajaan. :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"