Ingin Memengaruhi Seseorang? Bukan Menggurui Jawabannya, Tapi Mendengarkan

Gambar
  Dalam hidup, kita seringkali ingin orang lain memahami dan menerima sudut pandang kita. Entah itu dengan pasangan, teman, atau rekan kerja. Ketika dihadapkan pada perbedaan pendapat mengenai sesuatu yang kita anggap penting, insting pertama kita biasanya adalah berusaha sekuat tenaga mempertahankan posisi kita. Kita merasa perlu untuk menjelaskan argumen kita sejelas mungkin. Namun, pernahkah Anda sadar bahwa semakin kuat Anda memegang pendapat, semakin sempit pula ruang percakapan yang ada? Diskusi yang seharusnya menjadi ajang eksplorasi ide berubah menjadi ajang saling melindungi ego. Begitu seseorang merasa diserang dan masuk ke mode bertahan, akan sangat sulit untuk mencapai kemajuan apa pun. Kekuatan dari Merasa Didengarkan Ternyata, ada cara lain yang lebih efektif. Cara tercepat untuk memengaruhi seseorang bukanlah dengan menggurui, melainkan dengan mendengarkan. Sebuah studi pada tahun 2017 oleh para peneliti Guy Itzchakov, Avraham Kluger, dan Dotan Castro membuktikan ha...

Shalat Zuhur di Majelis Ta'lim Fathul Arifin



Admin pernah mendengar kabar bahwa dari Jalan Jepang, samping gereja ada jalan ke pondok pesantren. Pada hari Ahad, 16 Februari 2020, admin mencoba untuk shalat Zuhur di pondok pesantren tersebut. Tapi waktu menempuh jalan tersebut, admin hanya menemukan Majelis Ta'lim Fathul Arifin. Ketika admin masuk dan bertanya penjaga masjid, ternyata pondok pesantrennya sedang dalam proses pembangunan, asramanya sudah dibuat. Mushola-nya malah sudah berdiri dengan megah. Admin ikut shalat Zuhur di mushola ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas