Cara Terbukti Membuat Kebiasaan Baru Menempel (Tanpa Harus “Niat Baja”)

Gambar
  Pernah merasa semangat di awal—misalnya mau olahraga, makan lebih sehat, atau belajar rutin—tapi seminggu kemudian kembali ke pola lama? Itu wajar. Banyak orang mengira kunci kebiasaan adalah motivasi besar dan kedisiplinan keras . Padahal, menurut ilmuwan perilaku dari Stanford University, BJ Fogg , kebiasaan justru lebih mudah terbentuk jika kita memulainya dari hal yang sangat kecil , lalu “ditanam” di rutinitas harian. Gagasan ini dibahas dalam episode Life Kit dari NPR berjudul A proven method to make a habit stick (13 Januari 2026). Intinya: kalau ingin kebiasaan baru bertahan, jangan mulai dari target besar. Mulailah dari versi yang paling mudah—bahkan terlihat “sepele”. Apa Itu Kebiasaan? BJ Fogg mendefinisikan kebiasaan sebagai sesuatu yang kita lakukan otomatis , tanpa banyak berpikir atau menimbang-nimbang. Jadi, yang menentukan kebiasaan bukan seberapa sering (harian/mingguan/tahunan), tetapi seberapa “otomatis” kita melakukannya. Contohnya: Menggosok gig...

Shalat Zuhur di Majelis Ta'lim Fathul Arifin



Admin pernah mendengar kabar bahwa dari Jalan Jepang, samping gereja ada jalan ke pondok pesantren. Pada hari Ahad, 16 Februari 2020, admin mencoba untuk shalat Zuhur di pondok pesantren tersebut. Tapi waktu menempuh jalan tersebut, admin hanya menemukan Majelis Ta'lim Fathul Arifin. Ketika admin masuk dan bertanya penjaga masjid, ternyata pondok pesantrennya sedang dalam proses pembangunan, asramanya sudah dibuat. Mushola-nya malah sudah berdiri dengan megah. Admin ikut shalat Zuhur di mushola ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas