Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

8 tahun belajar bahasa di Duolingo

Pada hari ini, Ahad, 15 Maret 2020, admin menerima ucapan selamat dari Duolingo karena sudah 8 tahun menggunakan Duolingo.

Selama delapan tahun ini admin baru belajar dua bahasa dalam waktu yang cukup lama yaitu Bahasa Jerman dan Bahasa Arab. Untuk Bahasa Jerman sudah menyelesaikan seluruh pembelajaran tapi baru level 1. Sedangkan untuk Bahasa Arab baru memasuki tingkat 3 dari 4 tingkat yang ada. Namun untuk Bahasa Arab ini sudah menyelesaikan untuk setiap pelajarannya sampai level 5.

Untuk Bahasa Jerman, masih belum bisa digunakan untuk membaca majalah, buku, baru bisa menjawab Story yang dibuat oleh Duolingo sendiri. Untuk bahasa Arab masih lama lagi proses belajarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"