Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Kecepatan Telkomsel di malam Idul Adha 1441 H

Saat menonton film dokumenter menggunakan aplikasi di android, admin menemukan bahwa sinyal Telkomsel terasa lambat. Admin lalu penasaran, bagaimana cara mengukur kecepatan sinyal Telkomsel di android. Rupanya sama dengan di laptop, yaitu menggunakan aplikasi Speedtest.

Sewaktu admin coba di HP, makin lama makin cepat (Nomor 1 sampai 6). Admin lalu coba untuk memutar lagi film dokumenter di aplikasi, ternyata masih lambat. 

Admin penasaran, lalu mencoba kecepatan Telkomsel di laptop dengan menggunakan Speedtest.net. Hasilnya adalah di nomor 7 sampai 10.

Jadi terlihat bahwa kecepatannya sangat tidak stabil. Itulah sebabnya baik di HP maupun di laptop kecepatan pemutaran film dokumenter tersebut tersendat-sendat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"