Postingan

Menampilkan postingan dengan label Telkomsel

Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Kecepatan Telkomsel di malam Idul Adha 1441 H

Gambar
Saat menonton film dokumenter menggunakan aplikasi di android, admin menemukan bahwa sinyal Telkomsel terasa lambat. Admin lalu penasaran, bagaimana cara mengukur kecepatan sinyal Telkomsel di android. Rupanya sama dengan di laptop, yaitu menggunakan aplikasi Speedtest. Sewaktu admin coba di HP, makin lama makin cepat (Nomor 1 sampai 6). Admin lalu coba untuk memutar lagi film dokumenter di aplikasi, ternyata masih lambat.  Admin penasaran, lalu mencoba kecepatan Telkomsel di laptop dengan menggunakan Speedtest.net. Hasilnya adalah di nomor 7 sampai 10. Jadi terlihat bahwa kecepatannya sangat tidak stabil. Itulah sebabnya baik di HP maupun di laptop kecepatan pemutaran film dokumenter tersebut tersendat-sendat.

Lemahnya algoritma aplikasi android MyTelkomsel

Gambar
Pada tanggal 7 Juli 2020 pukul 15:13 saya menerima SMS dari TELKOMSEL yang memberitahukan bahwa Kuota Internat Anda habis. Anda dikenakan tarif Internet normal. Silakan beli paket di tsel.me/tsel1 atau *363# Dulu, bila saya menerima SMS ini, saya akan langsung tekan *363#, kemudian membeli paket internet yang diperlukan. Sekarang saya sudah pasang aplikasi MyTelkomsel. Ketika saya menerima SMS diatas, maka saya tidak lagi langsung tekan *363#, tapi saya akan cek dulu apakah internet saya benar-benar sudah habis atau tidak. Setelah saya periksa ternyata: Kuota internet saya masih banyak dan masih berlaku sampai tanggal 3 Agustus 2020. Ini menunjukkan bahwa tidak ada sinkronisasi yang baik antara aplikasi dengan SMS.  Saya mencoba untuk menyampaikan masukan ini melalui appstore@telkomsel.co.id namun sayang jawabannya: Pengiriman kepada penerima atau grup ini gagal: appstore@telkomsel.co.id Kotak pesan penerima sudah penuh dan sekarang tidak dapat menerima pesan. Coba kirim ulang pesa...

Internet dari langit tetap lebih mahal daripada internet yang dari bumi

Gambar
Ketika pulang dari Palangka Raya ke Kapuas, admin melihat iklan Ubiqu  (Internet dari langit) di pinggir jalan. Ketika sampai di rumah admin mencoba untuk membandingkan Ubiqu dengan Indihome. Memang benar ucapan dari pakar internet yang mengatakan bahwa jangan bandingkan antara VSAT dengan Internet Fiber Optic. Harga Ubiqu sangat mahal dan kuota internetnya pun sangat kecil. Dengan Rp 500.000 / bulan, hanya dapat kuota 8 GB. Ketika admin tanya ke petugas Chatting Online-nya jadi kalau menggunakan kecepatan 5 Mbps maka hanya dalam waktu 26 menit kuotanya akan habis. Kalau menonton online TV yang kecepatannya 300 Kbps maka kita hanya bisa menonton selama 7 jam. Itulah sebabnya tidak bisa dibandingkan antara Ubiqu dengan IndiHome. Bahkan bila dibandingkan dengan Telkomsel saja, paket 8 GB bisa didapatkan dengan harga kurang dari Rp 100.000. Cuma keunggulan Ubiqu adalah bisa mengakses tempat yang tidak bisa diakses oleh IndiHome dan Telkomsel.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)