Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Lemahnya algoritma aplikasi android MyTelkomsel



Pada tanggal 7 Juli 2020 pukul 15:13 saya menerima SMS dari TELKOMSEL yang memberitahukan bahwa Kuota Internat Anda habis. Anda dikenakan tarif Internet normal. Silakan beli paket di tsel.me/tsel1 atau *363#

Dulu, bila saya menerima SMS ini, saya akan langsung tekan *363#, kemudian membeli paket internet yang diperlukan.

Sekarang saya sudah pasang aplikasi MyTelkomsel. Ketika saya menerima SMS diatas, maka saya tidak lagi langsung tekan *363#, tapi saya akan cek dulu apakah internet saya benar-benar sudah habis atau tidak. Setelah saya periksa ternyata:

Kuota internet saya masih banyak dan masih berlaku sampai tanggal 3 Agustus 2020.

Ini menunjukkan bahwa tidak ada sinkronisasi yang baik antara aplikasi dengan SMS. 

Saya mencoba untuk menyampaikan masukan ini melalui appstore@telkomsel.co.id namun sayang jawabannya:

Pengiriman kepada penerima atau grup ini gagal:

appstore@telkomsel.co.id
Kotak pesan penerima sudah penuh dan sekarang tidak dapat menerima pesan. Coba kirim ulang pesan ini nanti atau hubungi penerima secara langsung.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"