Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

KANTUNG ROSEMAR (matiKAN punTUNG ROkok SEbelum MAsuk Rumah)



Merokok memang susah berhenti, dan masih banyak masyarkat Indonesia yang merokok, padahal kampanye anti rokok sudah lama didengung-dengungkan.

Pada kesempatan ini mahasiswa-mahasiswi Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin membuat inovasi pada saat praktek keperawatan komunitas, keluarga dan holistik. Inovasi mereka dipaparkan pada saat Musyawarah Masyarakat Kelurahan yang ke-2 yaitu "KANTUNG ROSEMAR" yang artinya Matikan Puntung Rokok Sebelum Masuk Rumah. Inovasi ini disambut baik oleh masyarakat Kelurahan Selat Utara.

Adapun pembuatan KANTUNG ROSEMAR ini dari barang bekas yaitu kaleng susu kental manis yang sudah tidak terpakai. Kaleng ini dipasang di depan-depan rumah warga, sehingga sebelum masuk rumah warga bisa mematikan puntung rokoknya. Tujuan inovasi ini adalah menciptakan rumah yang sehat bebas dari asap rokok terutama rumah-rumah yang ada anak balita dan ibu hamilnya.

Kiriman: Bapak M. Hipni


Komentar

Postingan populer dari blog ini