Postingan

Menampilkan postingan dengan label International Quran Recitation Competition

Pendidikan dan Gizi: Peran Penting Makanan di Sekolah untuk Pembelajaran dan Kesetaraan

Gambar
  Bagi anak-anak di berbagai negara, termasuk di sekitar kita, makanan bergizi yang mereka santap di sekolah seringkali menjadi penentu; antara masuk kelas atau tinggal di rumah, antara berhasil lulus ujian atau tertinggal pelajaran. Program makan di sekolah telah terbukti menjadi salah satu investasi paling praktis dan efektif yang dapat dilakukan sebuah negara untuk meningkatkan kehadiran siswa, memperkuat hasil belajar, dan memajukan kesetaraan, terutama di tengah situasi krisis. Artikel ini diadaptasi dari tulisan Anna Horner, Koordinator Senior UN-Nutrition, dan Alexandra Newlands, Kepala Jaringan Masyarakat Sipil SUN (Scaling Up Nutrition). Dalam tulisan mereka, ditekankan bagaimana program makanan di sekolah menjadi contoh nyata bahwa gizi dan pendidikan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Belajar dari Filipina dan Brazil Gerakan Scaling Up Nutrition (SUN) telah menunjukkan kekuatan kolaborasi untuk mengubah konsep integrasi menjadi aksi nyata. Pada Oktober 2025, per...

Video Peserta Kapuas "Excluded" Dari International Quran Recitation Competition 2014

Gambar
Video diatas tidak dinilai oleh juri International Quran Recitation Competition 2014 karena tidak memenuhi syarat kejelasan dalam aspek suara. Memang dalam penilaian juri dalam tahap sebelumnya, peserta diharapkan untuk meninggikan suara saat memulai pembacaan Quran, namun kekurangan ini terulang kembali. Nampaknya juri dalam tahap ketiga ini lebih tegas dalam menerapkan aturan. Selain itu peserta juga disarankan untuk menggunakan mikrofon agar suaranya jelas terdengar. Saran ini juga tidak dilakukan dalam video diatas. Memang pihak panitia sudah menyampaikan dalam email mereka bahwa persiapan untuk mengikuti lomba ini cukup menyita waktu dan biaya.

Muhammad Amin Menjadi Satu-satunya Wakil Indonesia Dalam International Quran Recitation Competition 2014

Gambar
Muhammad Amin menjadi satu-satunya peserta dari Indonesia yang berhasil masuk ke tahap ketiga Kompetisi Baca Quran Internasional ( International Quran Recitation Competition 2014 ) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Bahrain. Meskipun nilainya dalam seleksi tahap kedua ini (89,69) menurun dari tahap pertama (96,7), beliau lulus ke tahap berikutnya. Dalam tahap ketiga ini beliau akan bersaing dengan 100 orang Qari dari seluruh dunia. Peserta diminta untuk membaca Quran maksimal 10 menit, diunggah ke YouTube dan akan dipilih sepuluh orang peserta terbaik.

International Quran Recitation Competition 2014 - Seleksi Tahap 2

Gambar
Beberapa orang warga Kabupaten Kapuas yang mengikuti International Quran Recitation Competition 2014 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Bahrain, memasuki seleksi tahap kedua. Mereka masuk dalam 1.000 orang yang masuk dalam tahap ini. Mereka kembali diminta untuk membaca Quran dengan durasi 5 menit, kemudian diunggah kembali ke YouTube untuk dinilai oleh dewan juri.

Salah Satu Peserta International Quran Recitation Competition 2014 Dari Kapuas Raih Nilai 96,7%

Gambar
Nilai dari salah satu peserta dari Kabupaten Kapuas Tanggal 24 September 2014 kemarin, pendaftaran untuk International Quran Recitation Competition 2014 sudah ditutup. Video yang diunggah ke YouTube oleh peserta dari seluruh dunia sudah dinilai. Berikut ini nilai-nilai yang diraih oleh peserta dari Kabupaten Kapuas: Competitor Number: 5440 - 96,7% Competitor Number: 5446 - 93,95% Competitor Number: 5495 - 47,75% Competitor Number: 5496 - 88,7% Competitor Number: 5497 - 67,15% Competitor Number: 5498 - 66,2% Competitor Number: 5543 - 72,35% Competitor Number: 5545 - 54% Mulai tanggal 1 Oktober 2014 - 15 Oktober 2014 akan dimulai seleksi tahap kedua. Mudah-mudahan peserta dari Kapuas dapat melewati tahap ini. Mari kita do'akan bersama.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas