Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kayu Ulin

Ingin Hubungan Lebih Bermakna? Coba Lokakarya Praktis dari Pakar Stanford Ini

Gambar
Apakah Anda pernah merasa hubungan dengan orang-orang di sekitar Anda terasa kurang dalam? Atau mungkin Anda rindu untuk kembali terhubung dengan teman-teman lama yang entah bagaimana perlahan menghilang dari radar? Di zaman yang serba digital ini, banyak dari kita merasakan tantangan yang sama dalam menjaga koneksi sosial yang otentik. Baru-baru ini, Stanford Lifestyle Medicine mengadakan sebuah lokakarya daring yang sangat relevan, dibawakan oleh dua pakar di bidang ilmu perilaku dan kesehatan sosial, Steven Crane, MS, dan BJ Fogg, PhD. Mereka tidak hanya membahas mengapa kita merasa semakin terisolasi, tetapi juga memberikan serangkaian kiat dan aktivitas praktis yang bisa langsung kita coba untuk memperkuat hubungan. Artikel ini merangkum wawasan dan metode-metode berharga dari lokakarya tersebut, disajikan dalam bahasa yang mudah dimengerti agar kita semua bisa mulai membangun kembali hubungan yang lebih sehat dan bermakna. Mengapa Koneksi Sosial Kita Melemah? Awal Mula dari Sebua...

Jembatan Ulin Yang Akan Menjadi Sejarah

Gambar
Jembatan ulin di Jalan Kapten Pierre Tendean, Kuala Kapuas Dari hari ke hari, jembatan ulin makin banyak yang rusak. Dengan semakin mahalnya harga kayu ulin, maka akan semakin mahal biaya pemeliharaan jembatan  ulin ini. Saat ini lebih murah untuk membangun dengan menggunakan semen. Pengecoran jalan yang awalnya adalah jembatan ulin Jembatan ulin yang sudah rusak berat, sekarang diganti dengan jalan beton. Tahapnya cukup panjang. Jembatan ulin tersebut dibongkar dulu. Kemudian dibuat siring dari kayu galam. Setelah itu dilapis dengan plastik khusus. Kemudian ditimbun dengan pasir putih. Lalu dilapis dengan pasir dan diberi rangka besi, kemudian di cor dengan semen. Jalan beton yang awalnya adalah jembatan ulin Jalan dengan cor beton ini memang tampak kokoh, namun hal ini sangat bergantung pada kualitas campuran semennya. Di beberapa lokasi yang lain, jalan ini ada yang retak meskipun tidak ada beban berat diatasnya.

Menggergaji Kayu Ulin - Pekerjaan Langka

Gambar
Kayu Ulin sudah semakin sulit untuk didapatkan mengingat sekarang penebangan kayu secara ilegal sudah dilarang. Kayu Ulin yang ada saat ini biasanya adalah kayu ulin yang pernah digunakan ditempat lain kemudian dicabut untuk dipotong sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Demikian juga dengan kayu ulin yang sedang dipotong di video diatas juga diperoleh dari tempat lain untuk dipotong sesuai dengan permintaan pemilik kayu ulin tersebut. Menurut keterangan pemotong diatas, satu balok kayu ulin yang sedang mereka potong ini memerlukan waktu 2 jam untuk membelahnya. Penggergajian kayu ulin ini dilakukan secara manual karena mata gergaji otomatis tidak kuat untuk memotong kayu ulin yang sangat keras ini. Video diatas direkam di Kelurahan Murung pada hari Sabtu, 8 September 2012.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas