Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Mengenal ASEAN Institute for Health Development (AIHD)



Video diatas merupakan promosi resmi dari AIHD, salah satu institut dari Mahidol University, Thailand, dimana salah seorang warga Kapuas bersekolah disana. Lembaga ini pada awalnya hanya merupakan suatu pusat pelatihan bagi para praktisi pelayanan kesehatan dasar di ASEAN, tapi setelah itu lembaga ini berkembang menjadi sebuah institut. Tujuannya adalah untuk membentuk para ahli dalam bidang manajemen pelayanan kesehatan dasar dan membangun jaringan dalam rangka mencapai Health for All.

Beberapa peran yang ingin dimainkan oleh AIHD adalah:

  1. Melakukan penelitian dan pengembangan
  2. Membentuk lulusan yang dapat menjadi pemimpin
  3. Menyediakan pelayanan akademis
  4. Mengembangkan sumber daya informasi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"