Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Sedikit Bicara Banyak Prestasi



Ungkapan ini patut kita berikan kepada Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kapuas. Berangkat dari titik nol, sekarang banyak prestasi yang berhasil diraih oleh dinas ini. Beberapa hal yang dapat kita lihat secara nyata adalah sebagai berikut:

  • Pasar Ikan Kuala Kapuas - pasar ini tadinya tidak beratap, sekarang sudah memiliki atap. Dulu tempat ini tidak terlalu luas, setelah dibebaskan dengan ganti rugi, tempat ini menjadi cukup leluasa bagi para penjual dan pembeli ikan. Videonya dapat dilihat diatas.
  • Balai Benih Ikan - tempat yang terletak di Jalan Garuda ini pada awalnya seperti padang belukar, tapi sekarang tempat ini menjadi tempat magang bagi para siswa SMK jurunsan perikanan dari kabupaten lain di Kalimantan Tengah dan tempat-tempat lain.
  • Budidaya Ikan Patin - empat tahun yang lalu, belum banyak orang yang melakukan budi daya ikan patin. Dengan memberikan contoh kepada masyarakat tentang orang-orang yang sudah berhasil membudidayakan ikan patin, banyak masyarakat yang tergerak untuk melakukan budidaya ikan patin. Di Kabupaten Kapuas sudah terdapat beberapa pusat budidaya ikan patin seperti Desa Basarang, Desa Maluen, Desa Pulau Telo dan lain-lain. Bahkan Desa Basarang dinyatakan sebagai Minapolitan (kota ikan).
  • Tempat Pelelangan Ikan Batanjung - bila nama Batanjung kita kenal dengan akan dibangunnya pelabuhan laut, sebenarnya desa ini sudah lebih dahulu memiliki pelabuhan ikan dimana warga masyarakat bisa melakukan transaksi perdagangan ikan di tempat ini. 
  • Kantor yang main baik - dahulu kantor ini sering diumpamakan seperti gudang, tapi sekarang dengan rehabilitasi, tampilannya sangat bergengsi.
  • Kendaraan Operasional - pada awalnya kantor ini hanya memiliki kendaraan bermotor dalam jumlah yang sangat terbatas. Namun dengan banyaknya Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diterima dari pusat, maka pengadaan kendaraan bermotor dapat dilakukan untuk para pelaksana di lapangan termasuk untuk para pembudaya ikan.
Semoga prestasi-prestasi ini dapat ditiru oleh berbagai instansi pemerintah lainnya dalam rangka memajukan Kabupaten Kapuas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)