Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Lima Perkara Penghambat Rezeki

Kultum di Masjid Nurul Hidayah Pulau Telo
Alhamdulillah penulis kembali dapat melaksanakan Sunah Rasullulah yaitu sholat Taraweh di Masjid Nurul Hidyah pada kesempatan ini penulis  merangkum kultum yang disampaikan Ust. Hasanudin Zoe yang akrab disapa Ust. Zoe dari Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kabupaten Kapuas. 

Apa itu rezeki terkadang kita menggagap hanya sebatas duit saja, padahal kesehatan, waktu luang dan anak-anak merupakan rezeki atau nikmat. Ada 5 perkara penghambat rezeki, yaitu:
  1. Hilangnya tawakal kepada Allah SWT, kita menganggap bahwa rezeki yang kita dapat adalah bukan dari Allah tapi dari kita sendiri, pergi kedukun untuk mendapatkan rezeki dll.
  2. Terlalu banyak dosa seperti meninggal sholat, zina (termasuk zina mata telinga dan pikiran), tidak berbakti dengan orang tua dan syirik.
  3. Berbuat maksiat dalam mencari harta, seperti tidak jujur dalam berusaha.
  4. Pekerjaan yang melalaikan kita dari mengingat Allah.
  5. Enggan bersedekah

Penulis: Hipni

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"