The Salahuddin Generation (Ep. 9) — One Sultan vs. All of Europe - Saat Kemenangan Justru Mengundang Perang Baru

Gambar
  Kita sering mengira kemenangan adalah garis finish. Padahal dalam banyak perjuangan—dakwah, kepemimpinan, bahkan perubahan diri—kemenangan justru mengundang babak berikutnya: serangan balik . Episode ini menunjukkan satu prinsip besar yang jarang disadari: “Victory does not end wars. It invites them.” Kemenangan tidak otomatis mengakhiri perang—ia sering memanggil perang yang lebih besar . Setelah Yerusalem dibebaskan, umat bergembira. Namun Salahuddin membaca kenyataan yang pahit: musuh belum habis—yang baru mulai adalah perang sesungguhnya. 1) Prinsip Serangan Balik: Setelah Menang, Musuh Tidak Diam Salahuddin memahami, tentara Salib di Syam bukan berdiri sendiri. Mereka punya “suplai superpower”: Eropa —yang bisa mengirim pasukan, senjata, logistik, mesin pengepungan, dan kapal-kapal perang kapan saja. Maka kemenangan besar atas pasukan Salib lokal bukan akhir cerita. Itu adalah pemicu : Eropa akan tersentak, harga diri mereka terpukul, dan mereka akan mengir...

Serasa Berada di Cina

Mungkin judul diatas terasa berlebihan, namun semangat itu yang penulis rasakan ketika berkunjung ke PT. Graha Inti Jaya. Saat memasuki ruang makan, beberapa ungkapan yang memotivasi langsung ada di dinding ruang makan diantaranya bagaimana membangun pondasi perusahaan yang kokoh sehingga bisa bertahan ratusan tahun. Ungkapan lain yaitu pengembangan merupakan sarana untuk keberlangsungan hidup.

Jam makan pagi di perusahaan ini dari jam 5-7 WIB. Mereka menyediakan bakpao, bubur nasi dan mie. Pemasak mengatakan bahwa orang Cina tidak bisa kalau tidak ada bubur nasi. Jam masuk kantornya jam 6 pagi. Berbagai tulisan di majalah dinding yang ada di kantor juga berbahasa Cina.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas