The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

"Surgical Mask" dan N95

"Surgical Mask"
"Surgical Mask" sebenarnya tidak direkomendasikan untuk menghadapi kabut asap mengingat masih besar kemungkinan asap untuk terhirup. Namun untuk bernapas masker ini lebih leluasa dibanding N95.
N95
N95 adalah masker yang direkomendasikan untuk kabut asap, namun masker ini kurang nyaman untuk bernapas. Bahkan NIOSH memberikan peringatan di masker tersebut sebagai berikut:

"Masker ini membantu melindungi terhadap partikel tertentu. Salah penggunaan dapat menyebabkan penyakit atau kematian. Untuk penggunaan yang benar lihat supervisor, kotaknya atau hubungi 3M 1-800-24-3941."

Tentu saja nomor telepon diatas adalah nomor telepon di Amerika Serikat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas