Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Langgar Al-Inayah ber-AC

AC di tempat imam
Pak Kastalani, sebagai ketua Langgar Al-Inayah, Jl. Kapten Pierre Tendean Gg. IXa, membuat terobosan dengan memasang AC di langgar Al-Inayah. Saat selesai shalat, kaum langgar Pak Ramli menyarankan agar dipasang juga AC di bagian belakang langgar sehingga langgar bisa dingin. Pak Kastalani menyampaikan bahwa pemasangan AC memperhitungkan luasnya ruangan. Untuk ruangan sebesar langgar ini diperlukan empat buah AC. Itulah sebabnya, meskipun sudah di pasang AC, kipas angin yang ada tetap dipertahankan.

Sebelum langgar ini sudah ada juga langgar lain yang memasang AC, misalnya langgar yang ada di Dinas Perindagkop & UKM, Langgar Tijaratul Khair, sejak berdirinya sudah ber-AC. Penggunaan AC menurut Pak Kastalani tidak memakan listrik terlalu banyak, karena ketika suhu sudah stabil, maka penggunaan listrik tidak lagi besar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"