The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Puasa tetap belajar (dokter internsip)

Presentasi dokter internsip di aula rumah sakit
Pada Ramadhan hari pertama, Sabtu, 27 Mei 2017 admin menerima pesan WhatsApp dari seorang dokter internsip yang mengabarkan bahwa mereka akan presentasi di aula RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas sekitar pukul 10.00 WIB. Admin datang agak terlambat, namun acara belum dimulai karena masih menunggu pembimbingnya. Setelah pembimbingnya datang, presentasi langsung dimulai. Presentasi pertama tentang masalah Tuberkulosis dengan dugaan Multidrug Resistance (MDR). Presentasi kedua adalah tentang gagal jantung. Presentasi dan diskusi berlangsung dengan lancar. dr. Gusti Hariyadi Maulana, M.Sc, SpPD sebagai pembimbing banyak memberikan masukan, khususnya pada kasus gagal jantung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas