Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

14 tahun menyertai Pak Ramli tadarus di Langgar Al-Inayah

Pak Ramli sedang membaca Qur'an saat tadarus
Sejak tahun 2003 admin sudah mengikuti tadarus di Langgar Al-Inayah. Kegiatan tadarus dipimpin oleh Bapak Ramli sebagai "kaum" dari langgar tersebut. Peserta tadarus adalah para jama'ah shalat tarawih malam itu. Pada malam-malam awal tadarusnya banyak pesertanya. Tapi seiring berjalannya waktu, jumlah peserta tadarus makin berkurang.

Banyak pelajaran yang admin ambil dalam mendampingi beliau sebagai pembimbing bacaan Qur'an saat tadarus. Bila ada bacaan yang salah, beliau akan koreksi. Tapi bila peserta ini masih terbata-bata, beliau sama sekali tidak memberikan koreksi. Mungkin beliau ingin melatih orang ini agar sering-sering baca Qur'an, sehingga makin lama makin lancar.

Beliau yang mengingatkan kapan bacaan tersebut berakhir dengan 'ain. Terkadang bacaan menggunakan halaman Qur'an yang bukan Utsmani, kadang merujuk pada 'ain.

Beliau juga memperkenalkan "Sujud Sajadah" ketika kita membaca ayat-ayat sajadah. Beliau mengajarkan bacaannya dan memberikan contoh bagaimana melakukannya.

Bagi yang sudah lancar membaca Qur'an, beliau tinggal mengingatkan masalah tajwidnya saja. Kadang-kadang mengingatkan masalah waqaf (tempat berhenti). 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"