Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Di kolong langit Dusun Tanak Song, Desa Jenggala, Tanjung, Lombok Utara

Keterangan gambar:
Ibu ini seorang janda yang rumah dan sumber penghasilannya hancur. Namun masih berbesar hati mengadopsi seorang bayi usia 8 bulan, yang ibunya meninggal karena tertimpa reruntuhan rumahnya. Sedang kita bangunkan Hunian sementara ukuran 4x6 m, semoga hari ini kelar. Gabungan donasi dari teman-teman semua. Dan saya hanyalah...setitik debu dari kebaikan anda semua.

Simfoni malam #2
Malam ini hening menyapaku dalam balutan dingin yang membeku
" Apa kabarmu tuan ? Sapanya dengan pandang sayu.
" Sudahkah kau dengar rintihan wanita renta disana ?
" Wanita paruh baya kahilangan suami, anak dan hartanya ?
" Tuan, sudahkah kau tengok di camp pengungasian disana ? 
" Beratus orang menahan lapar dan baju apa adanya ? Dan engkau masih bisa bergelak tawa diatas meja makan dengan menu empat sehat 5 sempurna. Bahkan sering kau buang sia2.
" Tuan, sudahkah kau tengok ratusan anak disana ? Menatap kosong penuh trauma, kehilangan mainan, sepeda orang tua dan masa depan mereka.
" apa dari kepulan asap rokok dan tembakaumu tak nampak bayangan mereka dengan baju lusuh, mata nanar menahan lapar dan dingin angin malam dari gunung2 dan lautan ?
"Tuan, apa dari musikmu yang hingar bingar tak terdengar lengkingan mereka menahan dingin dibawah terpal 2 usang berlobang-lobang?

Aku menggeleng pelan
Dan matamu menatapku kosong
Ada harap dan kecewa
Karena aku tak bisa berbuat apa-apa.
Kau ingin menuntunku 
Untuk membantu menyeka luka dan lara itu
Namun aku masih termangu diam dan ragu 

( Masih dibawah kolong langit Dusun Tanak Song, Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara).

Joko Mulyono - Relawan Indonesia Kalteng 081250846608

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)