Postingan

Menampilkan postingan dengan label Lombok

Panduan Lengkap Operasi Katarak: Sebelum, Selama, dan Sesudahnya

Gambar
  Di masa kuno, orang Mesir kuno menggunakan teknik bedah yang dikenal sebagai "couching," di mana jarum tajam digunakan untuk menggeser lensa yang keruh keluar dari bidang pandang dan masuk ke dalam rongga vitreus di bagian belakang mata. Kemudian, orang Romawi menggunakan metode yang disebut "needling" untuk memotong katarak menjadi potongan-potongan kecil yang cukup kecil untuk diserap kembali. Meskipun kedua prosedur tersebut dapat meningkatkan penglihatan, mereka tidak dapat menyediakan penglihatan yang sepenuhnya jernih karena tidak menggantikan lensa. Terobosan tersebut tidak datang sampai tahun 1940-an, ketika ahli oftalmologi Inggris, Harold Ridley, menemukan lensa intraokular. Berbeda dengan operasi di zaman kuno, operasi katarak saat ini menggunakan sayatan kecil dan sedotan untuk mengeluarkan lensa yang keruh, dan kemudian menggantinya dengan lensa plastik buatan. Ekstraksi lensa dilakukan menggunakan salah satu dari dua prosedur: phacoemulsification ata

Relawan Indonesia bangun hunian sementara di Desa Santong Asli

4 September 2018 Update pembuatan Huntara (Hunian Sementara) ukuran 4 x 6, hari ini ke Desa Santong Asli, Kecamatan Kayangan. Target 70 Huntara di beberapa desa. Pengirim: Joko Mulyono

Di kolong langit Dusun Tanak Song, Desa Jenggala, Tanjung, Lombok Utara

Gambar
Keterangan gambar: Ibu ini seorang janda yang rumah dan sumber penghasilannya hancur. Namun masih berbesar hati mengadopsi seorang bayi usia 8 bulan, yang ibunya meninggal karena tertimpa reruntuhan rumahnya. Sedang kita bangunkan Hunian sementara ukuran 4x6 m, semoga hari ini kelar. Gabungan donasi dari teman-teman semua. Dan saya hanyalah...setitik debu dari kebaikan anda semua. Simfoni malam #2 Malam ini hening menyapaku dalam balutan dingin yang membeku " Apa kabarmu tuan ? Sapanya dengan pandang sayu. " Sudahkah kau dengar rintihan wanita renta disana ? " Wanita paruh baya kahilangan suami, anak dan hartanya ? " Tuan, sudahkah kau tengok di camp pengungasian disana ?  " Beratus orang menahan lapar dan baju apa adanya ? Dan engkau masih bisa bergelak tawa diatas meja makan dengan menu empat sehat 5 sempurna. Bahkan sering kau buang sia2. " Tuan, sudahkah kau tengok ratusan anak disana ? Menatap kosong penuh trauma, kehilangan mainan, seped

Relawan Indonesia Kalteng kembali ke Lombok

Gambar
1 September 2018 Perjalanan menuju Lombok, tepatnya Kabupaten Lombok utara. Ini adalah kali ke dua berkunjung ke sana selama musibah gempa. Yang pertama tanggal 10-18 Agustus 2018, saat masih luluh lantak dan perekonomian masih lumpuh. Orang-orang masih trauma, kelaparan, kedinginan, sakit dan lain-lain. Mata-mata menatap kosong, ada trauma. Apa lagi masih sering ada gempa susulan yang terasa. Bahkan sampai kemarin. Bukan untuk berdarma wisata, menjadi pahlawan kesiangan dan semacamnya. Biarlah aku hanya menjadi diriku, serpihan kecil dari partikel kebaikan...meski tak bermanfaat dan berkontribusi besar untuk mereka yang sedang kesulitan dan berduka. Biarlah aku memikul atau menjinjing sedikit tanggung jawab ini, meski tak bisa semuanya. @juanda airport menuju Lombok. Yang mau donasi untuk Hunian sementara happy school, dll bisa hubungi Joko Mulyono, Relawan Indonesia Kalteng. 081250846608 atau transfer ke rekening 759901001930531 BRI,  a.n Hariyati  761010250

Pengungsi di Lombok Utara masih perlu bantuan - Relawan Indonesia

Gambar
Malam ini angin begitu kencang... Mereka pasti kedinginan dibawah terpal. Anak-anak kecil itu,  dengan mata berbinar setiap hari memandangku dan teman-teman.  Ada teriakan ceria beberapa hari ini,  setelah sebelumnya mereka masih ketakutan saat kami ajak main dihalaman sebuah gedung kosong.  "Takut gempa". Hari ini... Lagi2 masih saja mereka datang dan mengadukan kondisinya.  Tentang makan yang kurang, pampers, pembalut,  diare,  sakit perut,  terpal,  selimut dan pakaian. Lagi-lagi aku hanya bisa iba,  tak bisa berbuat  apa-apa. Tak semua keperluannya bisa kami penuhi.  Bahkan terpal di posko pun kami berikan,  begitupun karpet/tikar. Ahh... Malam ini angin teramat kencang, badanku menggigil dalam terkamannya. Tanpa jaket,  tanpa sleeping bag . Suara nyaris habis,  batuk dan pilek mulai mendera. Fisik dan fikiran mulai menurun. Ahhh... Bagaimana mereka di tenda sana?  Tenda berlobang dimana-mana,  baju beberapa lembar bahkan kadang kering dibadan saja. Bagaiman

Bertahan demi Gangga, Lombok Utara - Relawan Indonesia

Gambar
Rabu, 15 Agustus 2018 Awalnya saya berencana untuk pulang ke Palangka Raya esok pagi,  tapi entahlah...karena dapat info tadi sore bahwa di daerah Desa Gangga RT.  5 masih sangat minim bantuan yang bisa masuk ke sana. Karena daerahnya di bukit dan hampir semua roboh. Sampai malam ini masih membahas bagaimana untuk mencapai daerah sana desa Gangga masih mencari pinjaman motor trail atau yang lain untuk bisa membawa obat,  logistik, terpal dan lain-lain. Lombok utara masih sangat memelurkan bantuan. Sampai sore ini masih ada 2 kali gempa skala 4.7 SR. Mohon do'a.. Yang mau nitip donasi... Silahkan hubungi 081250846608 atau transfer ke rekening 759901001930531 Bri,  a.n Hariyati atau 761010250900 CIMB  niaga Syari'ah a.n Joko Mulyono Relindo Kalteng #jm #ayolebihbaikdanlebihpeduli Foto dan tulisan dikirimkan oleh Bapak Joko Mulyono

Camp pengungsi yang dibantu Relawan Indonesia

Gambar
    Selasa, 14 Agustus 2018 Pagi tadi,  mengunjungi salah satu camp pengungsi yang selama masa tanggap darurat menjadi garapan Relawan Indonesia, dari makan, kesehatan,  trauma healing, terpal,  karpet,  selimut susu, peralatan harian dan lain-lain. Pagi ini,  berkesempatan mendatangi mereka lagi, sambil menanyakan kabar dan keperluan.  Ada anak kecil / balita yang sedang demam, gatal dan lain-lain yang baru berusia 13 bulan. Setelah bercakap-cakap, berpamitan untuk membeli keperluan para pengungsi. Belanja ke mataram. Yang mau nitip donasi... Silahkan hubungi 081250846608 atau transfer ke rekening 759901001930531 Bri,  a.n Hariyati atau 761010250900 CIMB  niaga Syari'ah a.n Joko Mulyono Relindo Kalteng #jm #ayolebihbaikdanlebihpeduli Foto dan tulisan dikirimkan oleh Bapak Joko Mulyono

"Trauma healing" korban gempa Lombok Utara - Relawan Indonesia

Laporan giat pagi hari tadi (Senin, 13 Agustus 2018), trauma Healing, sebelum ke lokasi Desa Tinaga.  Yang ada di atas bukit,  kurang bantuan. #JM #Ayolebihbaikdanlebihpeduli #Relawanindonesiapedulilombok Foto dan tulisan kiriman Bapak Joko Mulyono

Penyediaan air layak minum bagi korban gempa Lombok Utara - Relawan Indonesia

Gambar
Alhamdulillah,  setelah kemarin (Sabtu, 11 Agustus 2018) berbagai agenda terlalu. Bangun sesaat sebelum subuh,  dilanjutkan briefing bagi tugas, karena hari ini ada dapur umum yang menyiapkan nasi 500-an bungkus targetnya, bagi terpal,  seratusan karpet,  selimut,  kunjungan ke pengungsi membawa obat-obatan yang saya bawa dari Palangka Raya dan juga ada medis untuk memeriksa beberapa ibu hamil, anak-anak dan lanjut usia.  Jam 10.30 kelar,  berlanjut ke kegiatan lain. Saya dan tim dari Bogor memasang instalasi air  langsung layak minum. Tujuan awal 2 titik di daerah Jenggala, namun hanya 1 yang terpasang di mushola. 1 lagi rencananya di sebuah mushola lagi,  namun ditunda karena sumber air masih tertutup puing reruntuhan dan masih harus dibersihkan dan diperbaiki saluran air dan temboknya.  Perjalanan akhirnya berlanjut ke Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan, yang merupakan salah satu desa dengan kerusakan sangat parah,  80 persen bangunan ambruk dan

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan